Malam ke duapuluhempat (tanpa kamu)
Malam ke duapuluhempat (tanpa kamu)
Malam ini, aku mencoba berdamai dengan keadaan. Menerima kenyataan bahwa cahaya bintang dihilangkan oleh gelapnya mendung malam. Sama seperti halnya aku, harusnya menerima kenyataan bahwa aku sudah kehilanganmu.
Sejak saat kepergianmu kala itu, aku mulai berdamai dengan keadaan, bersahabat kembali dengan kesendirian, juga berteman akrab dengan yang namanya kehilangan. Malam ini, malam ke duapuluh empat setelah kepergianmu. Masih ada sisa luka yang kamu sayatkan pada hatiku. Menganga, bahkan masih terasa perih yang sama. Aku mencoba mengobatinya dengan orang lain, yang bisa kusebut pelampiasan. Namun nyatanya, luka itu malah begitu menganga. Bukan memberi solusi, malah memberi bayangmu yang pasti. Aku tak mengerti mengapa aku sebegitu terluka kali ini, padahal segala yang ku mulai denganmu tak memakan waktu yang cukup lama, hanya beberapa bulan saja. Tapi jujur saja, dibanding lukaku yang lalu, aku lebih terluka kali ini.