Segeralah, bawa aku pulang.
Baiknya aku menidurkan diri, karena aku sadar perjalanan masih panjang. Jarak tempuh semarang dari sidoarjo bukanlah jarak yang dekat, aku tau itu, bahkan aku faham. Tapi sayangnya mataku tak terpejam, sedikitpun, meski kutau ini sudah larut malam, sudah selayaknya rasa kantuk itu hinggap diantara perjalanan panjang. Jendela kereta seolah jadi pemandangan, sesekali hamparan luas persawahan, namun terkadang suasana hiruk pikuk keadaan kota disebuah sudut malam. Sesekali kutengok jam, dan baru aku sadar ini jam dua belas malam. Sudah selarut ini kah aku duduk disini? menghabiskan perjalanan sendiri, diselingi dengan lamunan di sebuah pojok deretan kursi kereta api?Malam itu, langit cerah menampakkan menampakkan keindahannya, turut juga si bulan, berperan menampilkan diri dengan purnamanya, yang sedikit banyak dihiasi bintang bintang disekitarnya. Malam itu, segala seolah mendukung untukku menghabiskan malam perjalanan dengan mata tak terperjam, seolah ingin mengingatkan, bahwa semarang kini jadi satusatunya kota pilihan. Aku juga masih tak habis fikir, bisa sejauh ini dari tempat dimana biasanya aku pulang, rumah. Sedemikian jauh, sedemikian pula aku merindukan segala hal kecil tentangnya, tentang sudut sudut kamar yang mewakili segala perasaan, tentang segala rindu yang terwakilkan dengan segala curhatan, di sebuah pojokan kamar. Juga tentang segala hal yang selalu membuat kenangan.
Bahkan puncaknya, ketika wanita itu melepasku dengan sebuah ciuman, dengan salam yang selalu ada dalam ingatan, dengan pesan yang hingga kini masih saja terngiang. Rasanya hancur, ada penyesalan dengan sebuah keputusan yang kuambil kali ini, bukan tak mengerti, tapi rasanya ini sebuah tuntutan diri. Sudahlah. Batinku yang sedari tadi berkecamuk, kini mencoba berdamai, menenangkan diri, walau rasanya mustahil jika aku bisa berdamai dengan semua ini. Bukan apa-apa, tapi aku hanya takut saja wanita itu kenapa kenapa, karena jujur saja dia sangat berharga.
Malam itu, langit, bulan, bintang, kenangan juga penyesalan bercampur menjadi satu, turut juga kamu yang sesekali hinggap di fikiranku, tapi nyatanya sesegeralah ku tepis tentang kamu, agar tak memperparah keadaan waktu itu.
Malam itu, seolah semua menjadi hal baru, yang kedepannya akan menumbuhkan rindu, bukan kepada kamu, tapi kepada wanita itu, wanita yang selalu faham akan perasaanku.
Dan semarang, sesegeralah bawa aku pulang.
28 komentar
Write komentargalau mbak
ReplyLDR nih ceritanya
Replykangen saama ibunya yah mbak? wah sama aku juga, beda pulau malahan
Replyrindu rumah rindu mamak, ya kan, kak?
ReplyEngga
ReplyBisajadi.
ReplyIya nih
wah beda pulau? jarang pulang dong hehe.Tetep semangat yaak \:D/
ReplyKamu faham sekali kakak
Ahaha.
ReplySemarang mbak ??
Replyane Kendal mbak, deket dong
gimana mau dianter pulang mau ?? Hehehe
Sebuah pesan rindu kepada ibu yang diutarakan lewat kata-kata yang manis. Hehe
)
ReplyTapi agak bingung sama kata menampakkan menampakkan? Itu kenapa double, ya? :/
jadi kangen emak :')
ReplyPesan yang sangat mengharukan :')
ReplyJadi kangen Ibu :')
ReplySudah 10 tahun tidak bertemu :'(
hati ini merasa sepi di malam hari yang begitu sunyi saat perjalananku keliling komplek peruri dengan mengendarai kereta mini.
Replysalut deh sama mba silvi, puitis pake banget.
Haha semarang simpang lima.
haha
Replysudah bisa pulang sendiri kok kak
Thanks
haha.
ReplySepertinya gue typo
Kangen? samperin emaknya dong
ReplyNggak sampek nangis berember ember kan?
ReplyPukpuk ya kak nchis :')
ReplyKok aku jadi gaknyambung ya sama kereta mininya hehe.

ReplyEngga pake banget kok kak
semangat mba jangan sedih
Replyini sudah semangat kok \:D/
Replyiya aku coba memahami perasaaanmu walaupun itu sulit
Replyini pasti fiktif :P
ReplyIya terserah kak irwin aja. Daripada nanti ditanya maunya apa
Haha.
ReplyEhm, ini apa? Hahaha
Replygapapa kok hwahaha
Replysama, aku juga anak rantau yang kadang kangen sama kota yang kita sebut rumah.
ReplyBaca doang? Sini sedekah komentar :) nanti gue kunjungin balik kok :D
Buat yang belum ada akun buat komentar, bisa komentar pake "anonymous" :)